Elang, ia melambangkan kepemimpinan, ia dapat membidik tajam mangsanya dari kejauhan dan dengan tepat mencengkramnya
salah satu keharusan pemimpin adalah memiliki visi/tujuan yang jelas dalam hidupnya
elang,
ketika ia memilki anak ia merawatnya dengan cara seleksi alam, ia akan
meninggalkan anaknya dengan waktu yang lama dan sesekali memberi makan
secukupnya pada anak-anaknya hingga ia tahu yang mana anaknya yang bisa
bertahan hidup, tidak seperti ayam (pengecut) yang selalu mengerami
anaknya, terbuai dengan hangatnya lampu kandang
pemimpin sejati bukanlah melahirkan pengikut, tetapi melahirkan kembali pemimpin-pemimpin yang kuat
elang,
ketika mengajari anaknya terbang, ia akan membawa anaknya setinggi
mungkin lalu melepaskannya dari atas, hingga si anak berusaha sendiri
untuk terbang, ketika si anak mendekati daratan barulah induk elang
menangkapnya
seorang pemimpin tidak boleh memanjakan orang yang ia pimpin, ia harus membuat mereka menjadi pemberani
selanjutnya saya akan mengutip buku the winner (sang pemenang)
elang
ketika ia sudah tua, maka bulunya akan terlalu lebat, paruhnya mulai
tidak runcing dan cakarnya mulai kehilangan ketajamannya, tapi elang
tidak tinggal diam, ia akan mematukkan paruhnya pada karang, mencakar
karang itu dan tak pernah peduli ia berlumuran darah, yang ia tahu hanya
menajamkan cakarnya dan meruncingkan paruhnya, setelah paruhnya
runcing, ia akan mematuk bulunya sendiri yang lebat, ia akan melepaskan
bulu-bulu pengganggu yang ada di tubuhnya tak peduli kulitnya ikut
terkelupas, yang ia tahu ia harus kembali terbang tinggi
seorang pemimpin takkan mengenal mengeluh, pemimpin tidak akan terkalahkan usia ia akan terus berjuang hingga ajal menjelang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar